Post Top Ad

banner image

Terbalik, Disini Mudah Menjadi yang Terdepan


Ya, terbalik kejadiannya. Biasanya orang akan berebut mendapatkan shaf terdepan. Saya tidak tau kalau di daerah lain apa sudah banyak yang tau tentang keutamaan shaf terdepan dalam sholat berjamaah tapi di daerah tempat saya tinggal lebih mudah mendapatkan shaf terdepan dalam sholat, karena kebanyakan orang disini lebih menyukai shaf belakang ketimbang shaf didepan terutama sholat Jum’at, anda datang terlambatpun ada kemungkinan besar masih bisa dapat shaf terdepan tapi jelas kalau sholat Jumat yang datang lebih dulu dan sholat di shaf terdepan lebih baik.

Alasan Kenapa Mendapatkan Shaf Terakhir Susah
Tadi Subuh saya sholat berjamaah di Masjid tapi ga seperti biasanya saya kepengen sholat di shaf belakang dan di pojok, di masjid tempat saya sholat lumayan banyak shafnya sekitar 3 sampai 4 shaf. Subuh kala itu karena saya tidur di warung saya lupa bawa baju ganti da hanya bawa 2 kaos yang keduanya sudah terpakai, jadi sudah bercampur keringat dan baunya agak kurang sedap kalau tercium. Tadinya sih karena masalah kaos saya mau batalin sholat Subuh jamaah di masjid karena beraroma kurang sedap sekalipum sudah mandi, tapi karena banyak keutamamaan dari subuh berjamaah akhirnya berangkat juga dan mesiasati dengan berdiri di shaf terakhir dan paling pojok...heehe... 

Jalanpun pelan-pelan di dan buat mepet. eh sampe masjid masih juga belum banyak orang, nyiasatin lagi sholat sinah di paling belakang dan berharap orang yang datang menyusul ke shaf terdepan, eh ngga juga sampe iqamat baru berbondong-bondong sepasukan orang datang. Nah susah kan dapet shaf terakhir d shalat Jamaah :-)

Ternyata belum banyak juga ya orang yang tau tentang keutamaan sholat di shaf tepat di belakang Imam. (saya sebenernya  juga baru tau) J, Berikut Keutamaannya :



Andai Shaf Awal Harus Diundi, Sungguh Akan Diundi!
Maka bersegeralah menuju masjid, dan carilah shaf pertama. Sungguh, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda,
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا
Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari 580)

Allah dan Para Malaikat Bershalawat Kepada Orang-Orang Di Shaf Awal(!)
Dan tidakkah Anda ingin shalat bersama dengan para malaikat?! Diriwayatkan dari Al Barra’ bin ‘Adzib bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“إن الله وملائكته يصلون على الصف المقدم، والمؤذن يغفر له مدى صوته ويصدقه من سمعه من رطب ويابس وله مثل أجر من صلى معه”
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf awal, dan muadzin itu akan diampuni dosanya sepanjang radius suaranya, dan dia akan dibenarkan oleh segala sesuatu yang mendengarkannya, baik benda basah maupun benda kering, dan dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang shalat bersamanya” (HR. Ahmad dan An Nasa’i dengan sanad yang jayyid)

Dalam hadits lain dari Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الله وملائكته يصلون على الصف الأول أو الصفوف الأول
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang di shaf pertama, atau di beberapa shaf yang awal” (HR. Ahmad dengan sanad yang jayyid, diperoleh dari fatwa Syaikh Sulaiman Al Majid di http://www.salmajed.com/node/6237)

Ancaman Bagi Mereka yang Mengakhirkan Berangkat Jama’ah
Maka, wahai saudaraku seiman, bergegaslah menuju masjid jika adzan telah dikumandangkan. Segera tinggalkan segala keperluan duniawimu, segeralah mengambil air wudhu’, sebab Allah dan Rasul-nya telah mengancam dengan tegas lewat sabda Nabi-Nya.
Dari Abu Sa’id Al Khudri bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melihat diantara shahabat ada yang mengakhirkan berangkat ke masjid, maka beliau bersabda :
  لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ
Tidaklah suatu kaum mengakhirkan (yaitu menuju masjid) hingga Allah akan mengakhirkan mereka

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
وعلى هذا فيخشى على الإنسان إذا عود نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير اهـ
“Oleh karena itu hendaklah orang-orang merasa takut apabila mereka mengakhirkan suatu ibadah, mereka akan diuji dalam bentuk Allah ‘azza wa jalla akhirkan dalam segala bentuk kebaikan” (Ikhtishar Fatawa Ibnu ‘Utsaimin 13/54)

Sebagai penutup, hendaklah kita selalu mengingat firman Allah Ta’ala,
 سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاء وَالْأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Berlomba-lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al Hadiid : 21)

(diringkas dari khutbah Dr ‘Isham bin Hasyim Al Jufri di http://www.saaid.net/Doat/aljefri/153.htm)

Tambahan : Bagaimana Jika di Masjid Hanya Ada Satu Shaf Saja?
Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid mendefinisikan apa yang dimaksud dengan shaf awal, ketika beliau ditanya hal serupa.
 والصف الأول : المراد به ما يلي الإمام مطلقا ، سواء تخلله شيء كمقصورة أو لا . وقيل : هو أول صف تام يلي الإمام ، وقيل : المراد به من سبق إلى الصلاة ولو صلى آخر الصفوف .
قال النووي رحمه الله : ” القول الأول هو الصحيح المختار ، وبه صرح المحققون ، والقولان الآخران غلط صريح ” انتهى نقلا عن “فتح الباري” (2/244) .
ولا فرق بين أن يكون في المسجد صف واحد أو صفوف ، فما يلي الإمام هو الصف الأول ، الموعود أهله بذلك الفضل ، إن شاء الله ، لعموم الأحاديث .
والله أعلم
“Yang dimaksud dengan shaf awal ialah shaf yang berada pertama di belakang imam, sama saja apakah itu untuk masjid besar maupun kecil. Pendapat lain mengatakan : satu shaf penuh yang berada di belakang imam. Pendapat lain : siapa saja yang lebih dulu berada di masjid meskipun ia di akhir shaf.

An Nawawi rahimahullah berkata : ‘Pendapat pertamalah yang shahih dan kami pilih, dan dua pendapat terakhir telah jelas tidak tepat. -sekian perkataan beliau dalam Fathul Bari 2/244-
Terbalik, Disini Mudah Menjadi yang Terdepan Terbalik, Disini Mudah Menjadi yang Terdepan Reviewed by Taupik Widayanto on August 11, 2014 Rating: 5

No comments:

Recent

Powered by Blogger.